Senin, 01 Agustus 2016

cerpen - buku pertamaku by mh

Sudah satu jam lebih aku berkeliaran di perpustakaan ini. Sebagai orang desa, aku kagum dengan perpustakaan ini. Aku, yang notabene hanya anak petani, bisa kuliah di IPB inipun, karena mendapat beasiswa. Aku termasuk orang udik. Di kampungku tak ada toko buku, tapi buku tulis dijual di toko-toko kelontong sekitar rumah. Tak ada novel ataupun buku bacaan lainnya.
Waktu SD, buku bacaan pelajaran cuma satu. Milik sekolahan. Sekretaris akan mencatat di papan tulis, dan kami menyalinnya di buku. Seingatku, di SD kami ada perpustakaan, tapi sederhana. Kami bahkan tidak boleh masuk kesana. Kami boleh masuk saat kami kelas 6. Perpustakaan di SD kami berada di ruang kepala sekolah. Hanya terdapat satu lemari besar di perpustakaan kami, dan penuh dengan buku. Aku tidak ingat apa buku yang kubaca di perpustakaan SD kami waktu itu.
"Hey, Yo. Ngapain ngelamun aja? Dah dapat buku lom?" Jito membangunkanku dari lamunanku.
"Oh, To. Cuma lihat-lihat. Belom tau mau cari buku apa." timpalku.
"Jiah, jadi selama sejam ini tadi kau ngelamun aja disini?"
"Hahaha... Aku tadi keliling muter-muter. Tapi emang ga nyari buku yang spesifik." jawabku.
"Ya udah. Ayo, bentar lagi kita ada kuliah, kan?"
"Iya, ayo."
Gedung perpustakaan IPB ini cukup luas. Di bagian depan ada loby untuk peminjaman, pengembalian dan pengurusan kartu anggota. Saat sebelum masuk, waktu masih di loby tadi, sudut mataku bisa melihat rak-rak buku panjang di dalam. Jantungku berdetak kencang mengetahui banyaknya buku di dalam sana. Aku seperti terpana. Kalau boleh, aku pasti akan meloncat kegirangan, sambil guling-guling dan teriak wowwww...
Saat masuk ke dalam, terlihat banyak rak dan buku di dalamnya. Waktu seakan berhenti. Jantungku berhenti berdetak. Buku tebal, tipis, hitam, putih, merah, biru, tertata rapi di rak-rak panjang. Aku mencair di tempatku berdiri. Membayangkan segala pengetahuan ada di depanku. Seakan aku bisa menggenggam bumi di tangan kananku, matahari di tangan kiriku, rembulan diatas kepalaku, galaksi bima sakti kugendong di punggungku. Kakiku seakan tak berpijak.
---*---
Ada beberapa kios buku di dalam kampus IPB. Di samping perpus dan di pojokan Fateta, disamping tangga. Kutelusuri kios-kios itu, tapi aku tak berhasil menemukan buku yang kucari. Aku mencari buku lama. Kumpulan cerpen karya Idrus. Ya, Idrus. Idrus adalah sastrawan inspirasiku. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma adalah buku karyanya yang kucari. Dan sepertinya aku tidak akan menemukan buku itu disini.
"Eh, To, weekend nanti kau ada acara ga?" tanyaku pada Jito.
"Ga ada. Emang kau mau kemana?" tanyanya balik.
"Ke PBG yuk."
"Jiah, mau cari apa ke PGB. Mending maen PS aja."
"Sekedar jalan-jalan aja. Kan, hari-hari biasa bisa maen PS. Ga setiap hari kita bisa ke PGB, kan?"
"Ok dech. Ngapa ga ke KRB aja?"
"Yach, kau itu. KRB cocoknya buat orang pacaran, kau hanya akan melongo disana. Kalau ke PGB, kita bisa cuci mata, banyak yang nongkrong disana." ujarku.
"Okayyyyyu.... Siap....." Jitopun meloncat kegirangan.
Sebenarnya, bukan PGB tujuan utamaku, tapi Gramedia. Kalau tidaj ada gramedia, toko buku kecilpun tak masalah, dan berharap menemukan buku yang kucari. PGB hanya alasanku agar Jito mau menemaniku. Sebenarnya banyak gramedia di sekitar KRB, tapi kalau ke KRB tentu saja tidak bisa cuci mata, yang ada hanya ngenes ngelihatin orang pacaran, hahaha...
Aku dan Jitopun pergi ke PGB akhir pekan itu.
"Eh, Yo, sebenarnya kau mau cari apa?" tanya Jito penasaran.
"Aku mau cari buku To, di sekitar kampus ga ada buku yang kucari. Kau sendiri mau cari apa?" tanyaku balik.
"Ga ada Yo, jalan-jalan ma cuci mata aja. Kita keliling PGB dulu aja Yo, habis itu kita cari di luar nanti."
"Ok dech." jawabku.
"Ngomong-ngomong, kau mau cari buku apa Yo?" tanya Jito.
"Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Karya Idrus. Buku lama." jawabku.
"Kenapa cari yang lama? Kok ga yang baru aja? Laskar Pelanginya Andrea Hirata misalnya, kan lagi topik di kampus kita. Emang apa spesialnya buku itu?"
"Buku itu berisi cerita pendek karya Idrus. Ada juga drama. Pokoknya bagus."
"Emang buku itu berkisah tentang luar Indonesia ya, kok judulnya gitu?"
"Enggak To, ceritanya tentang Indonesia. Rakyat biasa. Tokoh-tokoh yang diceritakan Idrus adalah orang-orang biasa, tapi Idrus menceritakannya dengan cara yang luar biasa. Idrus menceritakan dengan detil. Kau tau Idrus menulis di tiga zaman?" tanyaku ke Jito.
"Ehm, aku ga tau Yo. Aku ga terlalu paham tentang sastra. Tapi bagaimana dengan sastrawan lain Yo? Kenapa kau lebih memilih Idrus daripada yang lainnya?" tanya Jito.
"Ehm, aku tau beberapa satrawan lainnya, Chairil Anwar, Alisyahbana, Ananta Toer dan Taufik Ismail. Tapi aku tak terlalu tau karya-karya mereka. Sepertinya aku dulu juga pernah membaca Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Sebenarnya aku sendiri juga lupa, bagaimana awalnya aku tertarik pada Idrus, tapi yang kutahu, aku harus beli buku itu. Kaupun takkan menyesal bila membeli buku itu, karena sepadan. Bahkan mungkin terlalu murah untuk sebuah karya yang luar biasa. Kau takkan bosan membacanya berulang-ulang." ujarku panjang lebar ke Jito.
"Okay okay. Kalau begitu, ayo kita cari buku itu."
Kami kemudian mencari toko buku. Kami tak menemukan gramedia, toko buku biasa. Kuberharap ada buku itu disana. Toko itu punya dua lantai. Lantai pertama untuk alat-alat tulis. Buku-buku ada di lantai dua.
"Hey, Yo. Ada jurnal bagus disini. Jika ingin jadi penulis, kau harus punya jurnal ini." Jito memperlihatkan padaku buku jurnal tebal bersampul kulit berwarna hitam.
"Ya, itu memang bagus. Tapi untuk sekarang, aku belum ingin jadi penulis. Nantilah." ujarku. Catatan harian bagi seorang penulis adalah nafasnya. Buku diary adalah sebutan remaja. Untuk seumuranku, aku menyebutnya jurnal harian.
Aku menaiki tangga itu dengan berdebar-debar. Kusapukan pandanganku ke seluruh ruangan. Ada Harry Potter, Lord of the Ring, Andrea Hirata, Robert Kiyosaki dan buku-buku lainnya di sekelilingku. Aku ingin membeli semuanya, tapi tentu saja dompetku takkan cukup. Dan aku tau buku apa yang harus kubeli. Dan, ya, itu ada disana. Bersampul warna kuning dan terbungkus plastik.
---*---
Di kosan, aku membuka pkastik yang menyelimuti buku itu. Kupeluk erat. Kubuka lembarannya dan kuhirup aroma lembar buku itu. Buku pertamaku. Buku pertama yang kubeli. Buku bacaan pertamaku. Kugoreskan penaku di halaman pertama buku itu.
Handoyo, Bogor Juli 2006

Jumat, 15 Juli 2016

aku dan jiwa seni ku

Tom cruise
Beberapa hari ini, aku belajar pencil drawing. Entah apa yang menginspirasiku hingga aku belajar menggambar dan mencoret-coret lagi. Bila kuingat-ingat, aku dulu pernah menggambar saat cerdad cermat waktu SD. Kerajinan tangan. Oleh guru pembimbingku aku diberi kertas gambar besar entah A3 atau A2, pokoknya sekitaran 50 x 40 cm. Gambarku waktu itu tak terlalu bagus dan boleh dibilang jelek hingga aku kalah di cerdas cermat itu, dapat juara 2 kalau tidak salah.

Waktu kecil dulu aku memang tak punya jiwa seni, saat dewasa sekarang pun rasanya jiwa seniku juga tidak berkembang banyak. Menurutku, aku tidak punya bakat seni. Tapi aku belajar mengasah otak kananku. Sejak kecil kukira otak kiriku yang lebih banyak aktif, karena aku lebih suka meatematika dan menghafal. Yach, karena kegiatanku sekarang tak terlalu banyak mengandalkan otak kiri, maka aku meluangkan waktu mengasah otak kananku.

Kekuranganku dalam seni adalah aku tak terlalu bagus dalam menggambar secara proporsional. Aku butuh bantuan grid, itu bisa sedikit membantu. Kekuranganku dalam memperkirakan proporsional ini kucoba benahi melalui menggambar karikatur. Skala nilai karikaturku kulinai 1-1,5 dari 10 nilai. Parah, kan? Diriku sendiri menilai hasil karyaku sendiri dengan begitu rendahnya. Nanti kalau karikaturku kunilai bagus, akan kukirim kesini. Berikut ini hasil seni pencil drawing portrait selama beberapa hari ini.

Me in pencil drawing portrait
Prilly Latuconsina
 
Bruce Willis

Minggu, 10 Juli 2016

Sabtu, 02 Juli 2016

ekonomi

Perekonomian Indonesia menggunakan campuran antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.
Ada tiga bentuk perusahaan yang berkembang : PT, koperasi dan CV.
Untuk mendirikan PT, butuh modal besar.
Image koperasi sudah terlalu mainstream di telinga masyarakat Indonesia.
CV inilah yang akan kita gunakan.

Ada dua jenis kegiatan usaha yang bisa dipergunakan : jasa dan barang.
Perlunya adanya Surat Ijin Usaha Perdagangan agar kredibilitas terjaga.

Tiga kebutuhan primer manusia : pangan, sandang dan papan. Kita akan berfokus pada sandang. Lihat Buku Sandang.

Bidang perekonomian :
Industrial
Konservasi
Perbankan
Valas dan forex
Konsultasi
Pertanian
Property
(Profesi)
Hobi


Jumat, 01 Juli 2016

surat untuk diriku saat umur 45 lanjutan

Sidoarjo, 29 Juni 2016
Hay... Lagi apa? Ini lanjutan kemarin. Sorry, kemarin aku banyak menulis tentang diriku. Sekarang, aku mau menulis tentang apa aja yang ada di dekade ini.

Presiden Indonesia saat ini dari PDIP, pak Jokowi. Pada dekade ini, android digemari. Apa alat konektivitas pada jaman ini? Tahun 90an dahulu, Televisi dielu-elukan di jamannya. Kamu termasuk generasi 90an, ingat? Ingat Dragon Ball? Super Saiyan? Jiban? Sailormoon? Janperson? Kamu masih ingat setiap minggu pagi selalu menonton TV. Tahun 2000an berbeda lagi. Pada saat itu perbankan panik karena tahun 00, dan akhirnya tahun 2001 WTC hancur. Tahun itu kamu mengenal komputer. Dos, disket A, disket B, error reading server, net 2000, windows 95, 98 dst. Internet menguasai. Globalisasi. Google, yahoo, facebook, blog, youtube dll. Dekade 2010, gadget menguasai, manusia bisa internetan melalui hp, tab, bb, iphone ipod dll. Medsos merambah gadget, BBM, WA, line, fb, viber, tango dll. Bagaimana kalian berkomunikasi sekarang?

Saat ini harga beras 10.000an per kilo. Harga emas +- 600an ribu per gram. Roko apache 10.000 an, pro mild 12.000an, sampoerna mild 20.000an. Telur 20.000 an. Kopi di desa harganya 2.000 per gelas. Gorengan seribuan. Materai 6.000.  Sabun mandi 3.000an. Harga hp sejutaan keatas sudah bagus. Celana 50.000an.  Dolar amerika 13.000an. Gbp 17.000an. Euro 15.000an. Tahun ini UK keluar dari EU.

Tahun ini euro seru. Di Perancis. Belum tau sapa juaranya. Belgia merajalela. Argentina dikalahkan Chile di final copa amerika. Arsene wenger membuat marah fans arsenal. Siapa pelatih arsenal saat ini? Apa trofi yang diraihnya, siapa saja bintangnya. Arsenal mengakhiri season di peringkat 2. Rosicky pensiun.

Sebentar lagi lebaran. Met hari raya idul fitri ya. Segini aja ya... Dattebayo....

Misbah Habibie

Rabu, 29 Juni 2016

doktrinku

Doktrin bisa diartikan sebagai ajaran. Ajaran seseorang kepada orang lain yang diterapkan sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini, berarti doktrinku.blogspot.com ingin mengajarkan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Blog ini bersifat public, jadi siapa saja bisa membacanya. Dalam artian siapapun bisa dan boleh mempraktekkannya kalau mau. Dan bila ada masukan atau ada sesuatu yang ingin disampaikan kepada penulis, pembaca bisa mengirimkannya melalui komentar, email, surat ataupun nomer telpon.

Aku ingin mengajarkan anak cucuku untuk melindungi keluarga. Melindungi baik penghidupan maupun pendidikan. Dan aku ingin anak cucuku juga mengajarkannya kepada anak cucu mereka kelak dan seterusnya gilir gumanti. Untuk membatasi banyaknya individu dalam keluarga perlu adanya aturan yang mengatur siapa saja yang disebut keluarga.

Ajaran yang dimaksud adalah system yang berkesinambungan dan mandiri. Yang bisa terus melindungi anak cucuku walaupun aku sudah tidak ada. System itu adalah tentu saja aset.

Aset yang seperti apa? Aset yang bagaimana? Kapan aset itu terwujud? Berapa yang harus dikeluarkan?